Beda Fotografer dengan Design Grafis

7 07 2008


Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan teks dan atau gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan. Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan termasuk tipografi, pengolahan gambar, dan page layout. Desainer grafis menata tampilan huruf dan ruang komposisi untuk menciptakan sebuah rancangan yang efektif dan komunikatif. Desain grafis melingkupi segala bidang yang membutuhkan penerjemahan bahasa verbal menjadi perancangan secara visual terhadap teks dan gambar pada berbagai media publikasi guna menyampaikan pesan-pesan kepada komunikan seefektif mungkin.

Fotografi adalah proses pembuatan gambar dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.

Imho Olah digital dalam fotografi ditujukan pada foto itu sendiri antara lain perbaikan saturasi, tone, shadow /highlight, level, kontras, dll dengan tujuan untuk memperkuat karakter/keindahan foto itu sendiri.
Sedangkan olah digital dalam Desain Grafis ditujukan untuk memadukan berbagai elemen antara lain gambar, tulisan, pewarnaan, penataan lay outnya, sehingga didapatkan suatu bentuk sesuai dengan konsep yang dituju pembuatnya untuk dikomunikasikan pada yang melihatnya.

Photography (analog dan digital) … merupakan produk visual artistic dari hasil penangkapan citra subjek yang terkena cahaya kemudian terbias melalui lensa kamera. Pendekatan unsur-unsur artistic photography diperoleh dari kemampuan memahami dan memadukan komposisi dan exposure yang baik.
Oleh karena media photography adalah lensa dan film (negative pada analog dan sensor pixel pada digital) maka kaidah-kaidah photography juga tidak bisa dilepaskan pada gambar-bambar bergerak, film misalnya.

Design graphic … merupakan produk visual artistic sebagai media komunikasi visual yang (harus) efektif yang menggunakan gambar (photo dan atau drawing/paint/3D object/motion picture) dan text dalam menyampaikan pesan.

Unsur-unsur artistic design graphic diperoleh dari kemampuan memahami dan memadukan antara element gambar dan text tersebut dalam komposisi, color scheme, dan (bagi saya) psikologi audience.
Karena itu design graphic memang tidak bisa dipisahkan dari pengelolaan/ penataan (Bung @Hartam Ediyanto menyebutnya – Layout) terhadap material gambar dan teks. Sebelum rendering pada pembuatan gambar 3D dan motion picture (film dan animasi) dan sebelum published pada web serta sebelum naik cetak pada majalah dan sejenisnya — aspek lay out tidak bisa di kesampingkan. Maka layout bisa disebut sebagai muara proses sebelum hasil akhir peroleh.

Kaidah komposisi pada design graphic meski mirip dengan photography, namun pada design graphic kenyataannya lebih kompleks. winking Contoh photography banyak ditemukan di situs hebat ini, sedangkan dibawah ini hanya salah satu contoh hasil graphic design. Di dalamnya ada photo dan text. big grin





Membuat Logo dari Permainan Huruf

25 04 2008

Logo adalah sebuah symbol yang dirancang untuk mewakili karakter dan menjadi identitas dari sebuah perusahaan, lembaga atau produk. Logo terdiri dari dua bagian yaitu logogram (ikon, symbol visual), dan logotype (inisial, nama perusahaan dalam bentuk teks). Logogram bisa dibentuk dari permainan huruf inisial tersebut. Berikut tip dan trik membuat logo dari permainan huruf.

  1. Menggabungkan dua garis yang sejajar

  2. Memotong sebagian huruf

  3. Menggabungkan beberapa jenis huruf yang berbeda

  4. Memberi ornamen pada huruf

  5. Membuat garis penghubung antar huruf

  6. Selamat mencoba dan bereksperimen.
sumber : tips-desain.com




Tips Memilih Warna

24 04 2008

Warna adalah salah satu elemen yang cukup penting dalam desain grafis. Dalam ilmu seni rupa, warna bisa mewakili emosi dari karya tersebut sehingga pesan dari karya tersebut bisa lebih mudah diterima oleh audience. Elemen warna dalam desain grafis juga memiliki fungsi tersebut. Contoh yang paling mudah adalah dengan menganalogikan warna terhadap hal-hal disekeliling kita. Misalnya; Awan=luas=biru muda, Matahari=cerah=kuning muda, Kayu=kuno, klasik=coklat, Api=menyala, semangat=merah.

Ketika merancang sebuah karya, kita sering kesulitan menentukan warna yang cocok dengan tema atau kesan yang diinginkan. Berikut saya sampaikan tips memilih warna, semoga bisa membantu.

  1. Siapkan tema dan kesan yang diinginkan untuk desain tersebut. Apakah berkesan klasik, modern, natural, atau yang lain tergantung kebutuhan anda.
  2. Cari ilustrasi atau foto yang sesuai dengan tema anda. Bisa hasil jepretan foto anda sendiri, atau free image seperti Stock Exchange misalnya.

  3. Ambil beberapa sample warna dari foto/ilustrasi yang anda pilih tadi.

  4. Susun desain anda menggunakan software desain yang anda miliki. Corel Draw, Photoshop, atau software sejenis.

  5. Gunakan warna-warna tersebut untuk desain anda, mulai dari header, headline, background.

  6. Coba beberapa alternatif untuk komposisi warnanya.
  7. Selamat menikmati…eh salah Selamat mencoba deinnnkkk…!!
sumber : h2o Network advertising
post      : kireii (h2o)